BPTU-HPT Pelaihari Gelar Sosialisasi Integrasi SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2025 untuk Perkuat Budaya Integritas Pegawai
Pelaihari, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari melaksanakan kegiatan awareness (sosialisasi) terkait integrasi Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 dengan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan BPTU-HPT Pelaihari sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membentuk budaya kerja yang berkualitas sekaligus berintegritas.
Kepala BPTU-HPT Pelaihari Bapak Arie Sutanto, S.Pt,. M.Sc menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan awareness ini merupakan agenda rutin yang secara berkala dilaksanakan sebagai bentuk penyegaran (refresh) bagi seluruh pegawai, agar nilai-nilai integritas senantiasa terjaga dan tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, konsistensi dalam melakukan penyegaran pemahaman ini penting untuk memastikan komitmen terhadap mutu dan anti penyuapan tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja organisasi.
Kegiatan ini menghadirkan Bapak I Made Dwi Antara sebagai narasumber yang memberikan pemaparan materi. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan pentingnya integrasi antara SNI ISO 9001:2015 yang berfokus pada penjaminan mutu proses dan layanan, dengan SNI ISO 37001:2025 yang berfungsi sebagai kerangka kerja untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani praktik penyuapan dalam organisasi.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan klausul-klausul utama SNI ISO 37001:2025, titik-titik integrasi dengan SNI ISO 9001:2015, identifikasi risiko penyuapan pada proses bisnis, hingga mekanisme pelaporan (whistleblowing system) yang dapat diakses oleh pegawai maupun pemangku kepentingan.
Kegiatan awareness ini merupakan salah satu langkah strategis BPTU-HPT Pelaihari dalam memperkuat karakter pegawai yang berintegritas, sekaligus mendukung terciptanya pelayanan publik yang bermutu dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dengan pemahaman yang merata di seluruh lini organisasi, diharapkan penerapan sistem manajemen terintegrasi ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
BPTU-HPT Pelaihari berkomitmen untuk terus melaksanakan sosialisasi serupa secara rutin, guna memastikan sistem manajemen mutu dan anti penyuapan benar-benar terinternalisasi dalam budaya kerja organisasi, bukan sekadar dokumen di atas kertas.