Bibit Ternak BPTU-HPT Pelaihari Kantongi Sertifikasi LSPro, Dongkrak Kepercayaan Peternak
Pelaihari, Kalimantan Selatan — Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari terus memperkuat mutu produknya melalui sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Benih dan Bibit Ternak, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian.
Bibit-bibit yang dihasilkan BPTU-HPT Pelaihari telah tersertifikasi oleh LSPro Benih dan Bibit Ternak, sehingga kualitas dan keunggulan genetik ternak dapat terjamin. Sertifikasi ini menjadi bagian penting dari sistem penjaminan mutu balai, khususnya untuk komoditas unggulan seperti itik Alabio, itik Mojosari, Itik PMP, sapi Madura, dan kambing Peranakan Etawa (PE).
Sertifikasi Jadi Jaminan Mutu Genetik

Kepala BPTU-HPT Pelaihari, Arie Sutanto, menyampaikan bahwa penggunaan bibit unggul akan meningkatkan produktivitas peternakan sehingga usaha ternak menjadi lebih efisien dan menguntungkan. Ia menambahkan bahwa balai terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar seluruh hasil produksi konsisten memenuhi standar mutu, sebagai wujud dukungan terhadap program strategis nasional seperti ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis.
Skema sertifikasi ini bukan hal baru. Sejak tahun 2011, Kementerian Pertanian telah memiliki lembaga sertifikasi Benih dan Bibit Ternak yang dikenal dengan nama LSPro Benih dan Bibit Ternak, dan penerapan SNI bibit dijalankan di berbagai UPT lingkup Ditjen PKH. Semakin banyak SNI benih dan bibit yang diterbitkan, semakin luas pula peluang produk ternak nasional untuk bersaing hingga ke pasar mancanegara.
Lead Auditor LSPro, Ian Sopian, menyampaikan bahwa audit di BPTU-HPT Pelaihari dilakukan secara objektif dan berbasis bukti untuk menjamin kesesuaian mutu genetik serta konsistensi proses produksi bibit ternak yang dihasilkan.
"Audit ini bertujuan memastikan bahwa seluruh proses produksi benih dan bibit ternak di BPTU-HPT Pelaihari telah sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Kami melihat komitmen yang baik dari pihak balai dalam menjaga konsistensi mutu, dan ini menjadi modal penting untuk keberlanjutan sertifikasi SPPT-SNI ke depan," ujar Ian.
Ia menambahkan bahwa proses audit tidak hanya menilai kesesuaian teknis, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan di internal balai.
"Kami berharap hasil audit ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi BPTU-HPT Pelaihari untuk terus meningkatkan sistem manajemen mutu, sehingga kepercayaan peternak mitra terhadap bibit unggul yang dihasilkan semakin kuat," tambahnya.
Dukungan bagi Peternak Mitra

Selain menyediakan bibit bersertifikat, BPTU-HPT Pelaihari juga aktif memberikan pendampingan kepada peternak mitra melalui pelatihan biosekuriti dan penanganan kesehatan ternak serta pendampingan kepada peternak terkait kendala yang dihadapi oleh peternak khususnya pada saat musim kemarau pada saat ini.
Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Ditjen PKH, BPTU-HPT Pelaihari berperan penting dalam memperkuat ketersediaan protein hewani asal unggas dan ternak lainnya melalui pembibitan berkualitas tinggi yang telah melalui proses sertifikasi LSPro. Ke depan, balai berkomitmen menjaga konsistensi produksi sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada peternak, baik di tingkat lokal maupun nasional.