Gerakan Tanam Serempak Cetak Sawah Rakyat CSR : Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan Indonesia
Gerakan Tanam Serempak Cetak Sawah Rakyat (CSR): Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan Indonesia
Kalimantan Selatan, April 2026 — Sebuah momentum bersejarah terjadi di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Kementerian Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada Kamis, 9 April 2026, yang dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional. Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari turut serta dalam kegiatan tersebut sebagai UPT di bawah Kementerian Pertanian yang berlokasi di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) adalah inisiatif besar Pemerintah Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman. Program ini bertujuan mengoptimalkan lahan tidur dan rawa menjadi sawah produktif, menandai dimulainya percepatan musim tanam dan memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. dalam sambutannya menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan petani dan juga kepentingan bangsa untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, penurunan luas baku sawah akibat alih fungsi lahan serta semakin meningkatnya kebutuhan pangan ke depan akibat pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi menjadi alasan utama program ini dijalankan.
Pelaksanaan Tanam Serempak: Skala Nasional yang Luar Biasa

Gerakan tanam serempak ini berhasil melampaui target yang ditetapkan. Realisasi tanam pada hari pelaksanaan mencapai sekitar 10.873,87 hektare, melampaui target 10.000 hektare yang telah ditetapkan, tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.
Gerakan Tanam Serempak CSR yang bergulir di 17 provinsi adalah cerminan tekad bersama sebuah bangsa. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim, demi memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman.
Dengan memberdayakan ratusan ribu petani, mengaktifkan lahan tidur, menghadirkan teknologi modern, dan melibatkan generasi muda melalui Brigade Pangan, program Cetak Sawah Rakyat bukan sekadar program pertanian — ia adalah investasi bangsa untuk masa depan yang lebih berdaulat, mandiri, dan sejahtera. Swasembada pangan bukan lagi sekadar cita-cita jauh; dengan langkah-langkah konkret seperti ini, ia semakin nyata di depan mata.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan. Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.