Komisi IV DPR RI Tinjau Kesiapan Kalsel Hadapi Ancaman El Nino di Sektor Pertanian dan Peternakan
Banjarbaru — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto memimpin kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Jumat (3/7/2026), dalam rangka membahas langkah antisipasi dan mitigasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Rombongan tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru sekitar pukul 09.45 WITA dan disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel HM Syarifuddin mewakili Gubernur H. Muhidin. Titiek didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto dan Abdul Kharis Almasyhari, serta sejumlah anggota Komisi IV lainnya.
Kepala BPTU-HPT Pelaihari Arie Sutanto,S.Pt, M.Sc mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agung Suganda turut serta dalam kegiatan tersebut. Kunjungan pertama berlokasi di komplek pergudangan bulog, dengan agenda peresmian gudang baru bulog Kalimantan Selatan yang belokasi di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Kunjungan dilanjutkan ke Balai Veteriner Banjarbaru untuk meninjau fasilitas laboratorium sekaligus mengikuti rapat koordinasi bersama jajaran Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, BUMN pangan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan perwakilan kelompok tani.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Balai Veteriner Banjarbaru merupakan salah satu dari 11 Unit Pelaksana Teknis Balai Veteriner di Indonesia yang menjadi rujukan layanan kesehatan hewan untuk lima provinsi di Kalimantan. Balai yang dibangun sejak 1978 dan direnovasi pada 2024 ini kini memiliki 10 laboratorium berstandar ISO/SNI dan ditetapkan sebagai laboratorium rujukan penyakit surra. Agung menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi menghadapi El Nino, mulai dari penyediaan hijauan pakan tahan kekeringan, pembangunan lebih dari 800 bank pakan, hingga distribusi obat, vitamin, dan vaksin bagi ternak
Dalam pertemuan tersebut, Titiek menekankan bahwa potensi El Nino harus diantisipasi secara serius. Ia menyoroti proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal pada musim kemarau tahun ini sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan produktivitas pertanian dan peternakan. Kondisi itu, menurutnya, memerlukan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi dan berbasis data.
Titiek juga menggarisbawahi posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai provinsi dengan indeks ketahanan pangan tertinggi di Indonesia sekaligus penyangga pasokan pangan bagi wilayah Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga dampak El Nino di daerah ini berisiko memengaruhi ketahanan pangan nasional bila tidak diantisipasi dengan optimal.
Kepala BPTU-HPT Pelaihari Arie Sutanto, S.Pt, M.Sc juga menyambut baik kunjungan pimpinan Komisi IV DPR RI ke Kalimantan Selatan, menurutnya kunjungan tersebut sekaligus sebagai penambah semangat bagi seluruh pegawai Kementerian Pertanian di Kalimantan Selatan khususnya dalam mendukung program – program kerja pemerintah, seperti swasembada pangan dan program ayam terintegrasi.
Terakhir, komisi IV DPR RI menyatakan dukungannya terhadap penguatan fasilitas laboratorium veteriner, termasuk melalui dukungan anggaran bila diperlukan, guna memastikan kesiapan layanan kesehatan hewan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini.