Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Atasi Krisis Pakan Musim Kemarau, Sorgum menjadi Solusi Hijauan yang Tangguh bagi Peternak

05/08/2026 12:23:44 Tim Medsos BPTU-HPT Pelaihari 114

BPTU-HPT PELAIHARI — — Memasuki puncak musim kemarau, para peternak di berbagai daerah mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan rumput segar akibat kekeringan. Menanggapi tantangan ini, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari bergerak cepat mengoptimalkan budidaya tanaman sorgum dengan penanaman Sorgum di lahan 0,25 Ha. Komoditas tangguh ini sengaja ditanam dan diolah menjadi cadangan pakan bernutrisi tinggi melalui metode silase memastikan pasokan pakan ternak tetap aman di segala musim.

Sejarah Tanaman Sorgum

Sorgum (Sorghum bicolor) bukanlah tanaman baru di dunia pertanian. Tanaman serealia ini memiliki sejarah panjang yang berasal dari wilayah Afrika Utara, khususnya daerah Ethiopia dan sekitarnya, sejak ribuan tahun sebelum masehi. Karena ketangguhannya menghadapi cuaca panas, sorgum menyebar luas ke Asia, Amerika, hingga masuk ke Indonesia. Di tanah air, sorgum awalnya dibudidayakan sebagai pangan lokal, namun kini perannya meluas menjadi primadona baru di sektor peternakan untuk mengatasi kelangkaan pakan hijau di musim kering.

Keunggulan di Tengah Cuaca Ekstrem

Sebagai tanaman penyintas kemarau, sorgum memiliki keunggulan-keunggulan seperti halnya :

  • Tahan terhadap lingkungan kering: Memiliki lapisan lilin pada batang dan daun serta sistem akar yang dalam, sehingga sangat efisien menyerap air di dalam tanah kering.
  • Multi-Panen (Ratun): Peternak hemat biaya benih dan olah lahan karena sorgum bisa dipanen hingga 3-4 kali dalam satu kali tanam.
  • Adaptasi Lahan Marginal: Mampu tumbuh di tanah berpasir, berkadar garam tinggi, atau lahan kritis yang tidak cocok untuk rumput gajah.

Teknik Penanaman Hemat Air

Budidaya sorgum dikenal sangat mudah dan tidak menuntut pasokan air yang melimpah seperti tanaman jagung atau padi. Berikut langkah praktis penanamannya:

  • Persiapan Lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan ringan untuk drainase yang baik.
  • Jarak Tanam: Gunakan pola barisan dengan jarak antar-lubang sekitar 60 cm x 20 cm.
  • Penanaman Benih: Masukkan 2 hingga 3 butir benih sorgum ke dalam lubang sedalam 3–5 cm.
  • Pemupukan: Berikan pupuk organik di awal, lalu tambahkan urea pada usia 15 hari serta NPK pada usia 25 hari setelah tanam.
  • Sistem Ratun: Setelah panen pertama di usia 90–100 hari, batang cukup dipotong dekat tanah agar tumbuh tunas baru (ratun) untuk panen berikutnya tanpa perlu menanam ulang.

Manfaat Nyata Bagi Ternak di Musim Kering

Pemanfaatan sorgum secara optimal terbukti mampu menjaga produktivitas peternakan tetap stabil meski di tengah cekaman kemarau:

  • Sumber Energi dan Protein: Daun dan batang sorgum manis (sweet sorghum) kaya akan karbohidrat dan protein yang mempercepat penggemukan sapi serta kambing.
  • Bahan Baku Silase Melimpah: Kandungan gula yang tinggi pada batangnya membuat sorgum sangat mudah diawetkan menjadi silase (pakan fermentasi) sebagai stok pakan selama berbulan-bulan.
  • Substitusi Konsentrat: Biji sorgum yang dipanen dapat digiling sebagai pengganti jagung dalam campuran pakan konsentrat untuk ayam maupun sapi.

Pengembangan sorgum secara masif diharapkan mampu menjadi solusi pada krisis tahunan dalam hal ini yaitu krisis pakan di musim kemarau, baik secara kualitas maupun kuantitas pakan demi kesejahteraan peternak Indonesia.

 

#Haqza Marufi