Halal Bihalal Keluarga Besar BPTU-HPT Pelaihari
Rabu, 1 April 2026 - Keluarga besar BPTU-HPT Pelaihari menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pembinaan mental spiritual sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan etos kerja. Kegiatan ini mengusung
tema “Ikhlas Memaafkan, Ikhlas Bekerja, dan Tangguh Berkinerja”.
Acara ini menghadirkan narasumber Ustadz Imam Syafi’i yang memberikan tausiah penuh makna dan motivasi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai BPTU-HPT Pelaihari juga menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun sosial.
Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa belajar saling memaafkan agar hidup menjadi lebih tenang. Keikhlasan menjadi kunci utama, karena hati yang lapang adalah hal yang paling berharga. Selain itu, penting bagi setiap individu untuk saling mengoreksi diri dan menyadari kesalahan masing-masing, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis.
Beliau juga menekankan bahwa dalam bekerja, diperlukan hati yang lapang, kesabaran, serta kepedulian terhadap kondisi sekitar. Diharapkan melalui kegiatan ini, kebersamaan seluruh keluarga besar BPTU-HPT Pelaihari semakin kuat karena dilandasi oleh nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.
Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Imam Syafi’i mengangkat moto hidup “bermanfaat bagi orang lain” sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Beliau menjelaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna mendalam dalam memperbaiki hubungan sosial dan meningkatkan kualitas kerja di lingkungan kantor.
Kegiatan Halal Bihalal ini juga tidak terlepas dari makna bulan suci Ramadhan yang telah dilalui. Puasa selama satu bulan penuh mengajarkan dua hal utama, yaitu keikhlasan dan rasa syukur. Keikhlasan dalam beribadah menjadi amalan yang langsung mendapatkan balasan dari Allah SWT, sementara rasa syukur diwujudkan dengan senantiasa mengucapkan Alhamdulillah.
Selain itu, ibadah sholat tarawih mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kerja sama dalam mencapai tujuan yang sama. Sholat juga menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang lebih baik, disiplin, dan taat terhadap arahan, sebagaimana seorang pemimpin yang arahannya perlu diikuti dalam kehidupan berorganisasi.
Dalam kehidupan sosial, sikap saling memaafkan menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Halal Bihalal sendiri memiliki makna menyambung kembali hubungan yang sempat terputus. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai dapat mempererat kembali tali silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih baik.
Sebagai penutup, semoga Allah SWT senantiasa membukakan pintu maaf bagi kita semua ser